What A Different Red And Green?

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 11 Juli 2016

Orang Pontianak Nyobain Macet Jakarta



    Back to activities, merupakan sebuah hastag yg akan menjadi trend pada hari ini, karena pada hari ini tepatnya 11 juli 2016, liburan udah berakhir, senang-senang udah berakhir (tapi masih bisa senang-senang kok waktu weekend) dan raye-raye (lebaran) udah berakhir. Dan liburan kali ini saya gak ada di pontianak jdi gak bisa ikut raye-raye di bumi khatulistiwa. Padahal saat-saat seperti ini kue lapis bertebaran dimana-mana dan jujur saya lagi ngidam kue lapis (ngidam doang bukan hamil, saya kan gak punya rahim). liburan yang saya habiskan ke sebuah Daerah Khusus Ibukota yang dulunya menjadi tempat syutingnya Dono Kasino Indro yaitu Jakarta. Pada saat libur lebaran ini Jakarta menjadi tempat yang pas untuk dijadikan salah satu destinasi untuk liburan, kenapa? Ya pada saat liburan jakarta sepi, kata macet sudah dicoret dari kamusnya kota jakarta, jalan raya berasa surga, di setiap lintasan hanya di temui sejumlah kerikil aspal yang bisa dilihat dari kejauhan.


Sepi kan?

tapi ini baru berlaku untuk tanggal hari pertama lebaran dan kurang beruntungnya saya yang sampai di jakarta pada H-1 lebaran tepatnya tanggal 5 juli jam 17.00 waktu setempat. ketika sedang perjalanan menuju sebuah apartemen di daerah Latumenten sekitar jam 7 malam dari daerah Kelapa Gading. karena kekepoan saya yang begitu besar saya mencoba mengendarai motor teman saya.

Di balik senyum ini ternyata ada perang didepan yang siap menghadang!

    Untuk sekedar merasa gimana sih sensasi berkendara di jakarta, ternyata jalanan di jakarta saat itu bagaikan pelabuhan Pearl Habour yang di bantai habis oleh pasukan tentara jepang, gimana gak saya umpamakan seperti itu, karena waktu saya melewati jalan raya di daerah Sunter semua orang tengah menyambut malam lebaran dengan cara; 

  1. Pake bus kopaja muter-muter, 
  2. Naik di bus teriak-teriak kayak orang melahirkan, 
  3. Membawa gendang, drum, dan perlngkapan senjata lain untuk berperang contohnya Petasan dan 
  4. Semua bus yg digunakan untuk pawai parkir ditengah-tengah jalan dan semua penumpang  menembakan petasan didalam bus (itu mobil udah mirip mobil perang di film Death Race). 

    Malam takbiran di jakarta serasa mencekam bagi sebagian orang (contohnya saya sendiri) malam itu bagaikan sekompi pasukan perang yang tengah merayakan kemenangan sehabis berperang, petasan meledak dimana-mana. Asap polusi, asap petasan, dan segala jenis asap lain saya hirup dengan keikhlasan hati yang membuat paru-paru ku opname seketika, malam itu kesadaran saya pake motor udah kayak orang habis ngelem, mata gua putih sebelah! Dan kemudian waktu saya melewati sebuah jalan ada sebuah bus kopaja hijau, kebakar! Itu bus kebakar! Dan apa yg saya lihat? Itu bocah-bocah yg di dalam bus malah turun tinggalin bus, lah bego banget! dalam hati saya berpikir, "kenapa gak di padamin! kalian kan rame, ya setidaknya bantu ludahin itu api, lumayan kan ada 30 orang ludahin itu api rame-rame, cui cui cui!!", dan saya hanya terdiam sembari melanjutkan perjalanan yg sebentar-bentar mesti ngerem. Perjalanan yang saya tempuh penuh perjuangan setelah belok sana, belok sini, masuk jalan tikus, lihatin orang pacaran di trotoar, hape yang digunakan untuk GPS mati, kesasar sana sini dan akhirnya sampai di sebuah apartemen dengan kondisi over shock serta sedikit mengalami disfungsi mental batin saya langsung menuju apartemen melepas rindu bersama teman-teman yang juga berasal dari Kalbar, berselfie ria dan makan minum ala kelas ekonomi tapi berasa eksekutif jdi penghujung hari pertama di jakarta. Dan itu merupakan sedikit cerita awal permulaan liburan saya di jakarta, ya jika ditulisan kali ini ada salah kata yang gak berkenan mohon maafkan saya, selamat Idul Fitri untuk teman-teman saya yg khususnya muslim, semoga berbahagia. Maaf baru ngucapin sekarang. Selamat beraktivitas dalam rutinitas yang tak terbatas.


0 komentar:

Posting Komentar