What A Different Red And Green?

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 12 Juli 2016

Mengarungi Jakarta Dengan Ojek Online


Setelah dari blog sebelumnya tentang saya yang berhasil melewati macet dimalam takbiran di Jakarta, horeeeee! (Tiup terompet sambil menari salsa). Kini saya lanjut lagi menguraikan liburan saya setelah itu, tepatnya tanggal 6 juli 2016 hari pertama lebaran, destinasi yang kami pilih waktu itu adalah ke mallnya jakarta, dengan menggunakan ojek online Grab, saya dibonceng sama mas-mas rider Grab sambil mengitari kota Jakarta.
Nih saya fotoin jaketnya.

Mas-masnya ramah juga, saya sempat diajakin ngobrol dan kami berdua pun ngobrol dengan akrab dengan gaya bicara logat jawanya serta saya dengan logat pontianak yg sedikit ke jakarta-jakartaan saya mencoba untuk mengikuti alur pembicaraan, setelah beberapa saat saya diam untuk menghentikan percakapan karena ada 2 alasan yang berbahaya jika percakapan ini terus berlangsung;

  1. Mas-masnya ntar gak fokus nyetir, salah-salah kita bisa ke hantam oleh kejamnya Metro mini dan liburan ini bisa dihabiskan di Rumah Sakit terdekat,
  2. Saya takut ntar makin asyik ngobrolnya saya jadi nyaman sama mas itu dan kemudian saya melukin mas-mas itu dan kemudian ngobrol, "beb hobi kamu apa?" Muntah seketika.
Central Park menjadi tempat pertama yang saya singgahi, di kawasan outdoor itu terdapat beberapa taman yang sudah didesain dengan cantik, bersih, dan rapi bagaikan cewek yang habis dandan buat pergi kondangan, tamannya berasa fresh dan enak juga untuk nyantai sambil menikmati segelas kopi vietnam campur sianida jadi kebayang kalau seandainya mati keracunan saya udah bahagia bisa kejang-kejang dikerumunin sama cewek-cewek cakep dan difotoin lalu diupload ke media sosial "Pria paruh baya tewas setelah minum kopi vietnam di kawasan Central Park". 


Taman di Central Park
Lagi di Singapore!
pret ketahuan banget bohongnya!
Setelah selesai memanjakan mata melihat taman dan cewek-cewek di sekitar sana kini kami mau menuju ke pintu masuk kawasan mall, begitu sampai ternyata belum buka, sembari menunggu kami foto bareng dengan view membelakangi gedung-gedung besar supaya saya bisa post di instagram, dan saya kasih hastag #Singapore, tapi kayaknya ketahuan banget. Ketika sudah teng jam 12.00 siang kami pun masuk didalam mall, ruangan mall yang masih sepi dan banyak toko-toko yang masih belum buka, didalam mall membuat saya hanya bisa melihat pemandangan mall dengan pintu-pintu besi yang masih tertutup rapat, wajar kan masih hari pertama lebaran. Kemudian gak pas rasanya sudah sampai di mall tapi gak nyobain toiletnya, dan saya pun mencari toilet. Saya sempat bingung, karena plang toilet itu gak bertuliskan toilet tapi restroom, saya kira restroom itu tempat orang-orang untuk istirahat setelah habis joging di kawasan mall, karena penasaran saya pun masuk ternyata restroom yang dimaksud itu adalah Toilet, disini saya merasa agak kampungan. Kemudian setelah selesai melepas dahaga di toilet saya kembali lagi mengitari mall dengan tujuan yang gak karuan, jalan-jalan di mall ini emang berasa gak karuan dan tanpa tujuan dan akhirnya bosan pun menyapa, setelah berdiskusi sama teman-teman akhirnya mereka membawa saya menuju 1 mall bernama Taman Anggrek, yang saya pikirkan waktu itu mallnya punya banyak tanaman anggrek mulai dari anggrek hitam yang langka sampai anggrek kuning dan putih yang sering ditemui dan juga dimana banyak kupu-kupu yang beterbangan kesana kemari, ternyata itu hanya sebuah nama tanpa realita, ekspetasi saya yang over, sepertinya. Di mall Taman Anggrek, saya sempat di ajak untuk nyobain Ice Skating, karena mall-mall di jakarta itu sangat luas sampai-sampai ada papan denah di mall, beda ya dengan mall yg di pontianak yang setiap lantai kita bisa hafal ada apa aja disana, contohnya kalau saya mau ke gramedia di kawasan Megamall pontianak cukup naik eskalator menuju ke lantai 1 udah beres, kalau disana saya mau ke gramedia, mesti naik eskalator, muter-muter belok sana belok sini, kesasar, liatin denah baru sampai, waktu yang terbuang itu padahal bisa digunakan untuk masak mie instant sebungkus. Lanjut lagi mengenai Ice Skating, setelah sampai di sana antrian untuk beli tiket agak panjang, dan ruangan bermain Ice Skating disana rameeeee! itu kandang Ice Skating udh mirip kayak tabung berisi 1 juta ekor nyamuk yang muter-muter karena rame! Akhirnya saya mengurungkan niat kaki saya untuk berseluncur di Ice Skating dan menuju Carefour untuk membeli obat nyamuk semprot untuk nyemprotin nyamuk jadi-jadian diruang Ice Skating, karena tujuan sudah ngeblur jadi saya memutuskan untuk kuliner saja di salah satu foodcourt di mall ini, nah di foodcourt ini juga unik, sistemnya sedikit berbeda dengan beberapa foodcourt yang saya temui di pontianak jadi sebelom memesan ke setiap stand foodcourt kita wajib menukar uang kita menjadi kupon kertas dengan nominal 5ribu, 10ribu, dan 20ribu contoh kalau kita nukar uang 100ribu kita bakal dapat kupon 10ribu 5 lembar dan 5ribu 10 lembar barulah kita bisa belanjain itu kupon ke setiap stand, harga di setiap stand bervariasi tapi rata-rata 20ribu ke atas. 

Udah diobok-obok dikit.

Dengan insting pemburu kuliner, satu per satu stand saya kunjungi dan melihat-lihat isi menu yang disediakan, menu yang menarik perhatian saya adalah Pempek Palembang, makanan ini merupakan termasuk makanan favorit saya, karena sakin sukanya saya pernah meminta mama untuk buatkan pempek, bermodal internet mama pun mencari resep dan berkreasi serta sedikit improvisasi. Pempek buatan mama yang pertama rasanya terlalu kenyal dan susah dikunyah seperti makan kulit badak, pempek hasil buatan kedua rasanya terlalu keras dan tak bertekstur sama sekali seperti makan tembok semen yang setengah kering, dan hasil buatan ketiga baru terasa enak dan lezat sekali mirip kayak buatan abang-abang yang jualan, lalu karena mama senang pempek buatannya berhasil akhirnya selama 2 minggu mama masakin pempek terus sampai saya merasa bosan dan enek untuk makan pempek lagi, itulah The Pempek Story. Namun sekarang saya masih doyan makan pempek tapi jangan keseringan juga, saya memesan sebuah pempek kapal selam, terpaksa memilih yang kapal selam karena yang bentuk kayak Tank dan Jet Tempur gak ada. 


Pao Tausa, bukan Pot Sa!
Ketika pempek sudah selesai disajikan saya bayar dengan uang kupon tersebut lalu lanjut lagi menuju 1 stand yang jualan makanan sejenis dimsum saya tertarik untuk nyobain Pao Tausa sebuah bakpao kecil dengan isian kacang merah didalamnya, kemudian pemburuan kuliner saat itu saya closing dengan membeli sebotol air mineral di salah satu stand beverages. Setelah semua sudah selesai dipesan saya melakukan ritual seperti biasa yaitu difoto terlebih dahulu, setelah dirasa cukup dengan fotonya maka saya pun segera menyantap satu persatu. Dimulai dari pempek, rasanya mantap pisan… bener-bener asli Palembang rasa dari ikan tenggirinya gak hilang, biasanya yang saya makan lebih dominan rasa tepung dibanding ikan tapi ini malah sebaliknya dengan kuah pempek yang pedas membuat saya berasa hidup sekali menikmati setiap kunyahan antara pempek bercampur kuahnya seakan ada kolaborasi orchestra antara Erwin Gutawa dan Addie M.S didalam mulut saya, setelah makan yang pedes emang cocok dinetralin sama Pao Tausa yang manis, Pao Tausa yang lembut dan isian kacang merah yang manis memang mantap untuk menetralkan rasa pedas dari kuah pempek tersebut, kacang merah yang melumer didalam tenggorokan seakan menyapu habis rasa pedas, beh! Makan siang di hari itu berasa mantap sekali. Dan diakhiri dengan setenguk air mineral, kenyang pun didapat.

             
      Sehabis makan-makan selanjutnya menuju ke Ancol, seperti biasa kalau kita masuk tempat wisata, kita diwajibkan untuk beli tiket masuk, waktu beli tiket masuk sebenarnya ada sedikit masalah terhadap petugas tiketnya, karena kami ada 5 orang total tiket yang harus kami bayar adalah 155ribu disaat itu teman saya membayar dengan uang 200ribu dengan pecahan 100ribu dan 50ribu 2 lembar, lalu petugas tiket yang diluar mengambil uang dan menyerahkan ke petugas yang di dalam kemudian petugas yang di dalam mengembalikan uang hanya 5ribu perak! sontak temen saya protes karena uang yang tadi diberikan jelas dan yakin 200ribu saya pun sempat memotong perdebatan itu dan mendukung teman saya (dukungnya begini, Ayo! Ayo! Tinju! Tinju! Tinju!), karena saya tepat dibelakang teman saya dan dengan sangat jelas saya lihat tadi dia membayar uang 200ribu, namun kecurigaan saya terfokus pada petugas diluar yang memegang uang itu pertama kali, kami sempat kaget petugas didalam menunjukkan uang kami yang hanya 160ribu saja, wah ada yang gak beres! setelah itu teman saya mengakhiri perdebatan ini dengan meninggalkan nomor handphone dan jika memang terekam disistem, uang yang lebih akan dikembalikan, awal masuk yang mencengangkan. setelah insiden itu dilewati tapi belum berakhir, kami masuk menuju kawasan Pantai Ancol mencari tempat duduk yang nyaman sambil memesan minuman dan membahas permasalahan tadi, semuanya menaruh curiga terhadap petugas diluar yang kelihatan masih muda dengan rambut klimis dan kulit sawo matang hampir mau basi, setelah pembahasan tersebut berakhir kami pun ngobrol santai membahas hal lain lalu kami pindah tepat menuju pesisir pantai, hanya untuk sekedar berfoto dan menikmati sunset, kemudian handphone teman pun berbunyi, ternyata telepon dari pihak petugas tiket, dan benar saja! uang kami emang lebih karena terdapat kesalahan dari pihak petugas, dalam hati saya berkata "Dasar kecebong kampret!". akhirnya petugas ini menanyakan posisi kami dan segera menyusuri kami untuk memberikan uang tersebut, menunggu dan menunggu petugas tak kunjung datang, pikiran negatif mulai meresapi pikiran kami dengan berpikir seperti ini "Mungkin petugasnya bohong kali dan ngerjain kita!" disaat itu entah kenapa otak saya bisa bekerja serasa semua roda gigi diotak saya saling terhubung satu sama lain dan mulai bekerja, dan saya pun mengucapkan sepatah nasehat kepada teman-teman "ayolah kita coba berpikir positif saja, kalau mikir negatif nanti hasilnya negatif." dan akhirnya kata-kata bijak saya berakhir hanya dengan 12 kata, terima kasih otak! kemudian teman-teman pun mulai sibuk nelponin petugas itu yang posisinya gak tahu ada dimana sampai akhirnya kami ngajak ketemuan di Indomaret dalam kawasan Ancol, si petugas nelpon balik.

'Mas saya udah di indomaret' ucap si petugas.
'lah mas kami udah di indomaret dari tadi, masnya dimana?' teman saya menjawab.
'Dimananya mas?' kembali dia bertanya
'Disamping A&W mas!'
'Waduh kok gak ada mas, saya pake baju merah ada sedikit corak' 
     
     Mata kami pun mulai menatap tajam orang-orang yang berbaju merah, seakan seperti pemburu yang tengah menargetkan mangsanya, dan saat itu ntah mengapa kami jadi curiga dengan semua orang yang berbaju merah pada saat itu, merasa sensi terhadap orang yang berbaju merah dan juga entah mengapa dihari itu banyak sekali manusia yang menggunakan baju merah, akhirnya setelah gak ketemu kami pun menelepon petugas tersebut dan memutuskan untuk bertemu di pintu masuk Ancol, dan salah satu teman kami bertanya kepada karyawan Indomaret..

'Mas Indomaret di Ancol ada berapa?' tanya teman saya kepada salah satu karyawan.
'Indomaret disini ada 3 mas, satu disana, dan satu lagi ada di daerah sana lagi' jawab si karyawan.

     Kami pun mulai menyadari kenapa kami gak bisa ketemu mas-mas baju merah dengan corak ditengah, kami pun bergegas on the way menuju pintu masuk, dan akhirnya ketemu sama mas-mas baju merah dengan corak ditengah, petugas tersebut mengembalikan uang kami dan urusan beres! saat itu lapar melanda dan saya request sama teman-teman untuk makan di Mc Donald, kenapa saya pilih tempat ini jawabannya simple, di Pontianak belom ada! kami pun kembali bergegas menuju Mc Donald di kawasan Cideng, pada saat perjalanan menuju kesana kami sempat dilanda bencana kesasar karena satu di antara teman kami yang ditugaskan untuk menjadi navigator dengan google map akhirnya pusing karena gak paham akhirnya kami kesasar sedikit menuju Kota Tua, dan memutuskan untuk singgah sebentar, karena Kota Tua juga merupakan kawasan wisata Jakarta yang wajib dikunjungi, di Kota Tua lagi ada cosplay hantu-hantuan dari yang lokal seperti Kuntilanak, Pocong, dan Sundel Bolong sampai yang dari mancanegara seperti yang populer saat ini yaitu Valak. hanya dengan memberikan uang sebesar 2ribu kita udah bisa foto bareng mereka sambil bergaya gak karuan seperti ini;

Sensasi dicekik Valak.
Kota Tua, yang di foto juga udah nampak tua.
     Setelah selesai di Kota Tua kami melanjutkan kembali menuju Mc Donald, perut yang mulai terasa lapar membuat saya menjadi diam tanpa kata bahkan sepatah kata pun, saya berharap bisa segera sampai disana untuk mencicipi kentang goreng, ayam goreng, dan es krim choco top yang terkenal enak disana, setelah mengikuti maps kembali, lewat pertikungan, muter jalan, masuk jalan sempit akhirnya tulisan berwarna kuning dengan membentuk huruf M sudah kelihatan, bahagiamya mulai terasa. motor pun diparkir, segeralah kami masuk menuju kasir memesan ayam goreng dan kentang goreng terlebih dahulu, sembari menunggu saya memperhatikan kinerja dari karyawan Mc Donald, disana mereka bekerja dengan semangat, keramahan dari karyawan mulai dari kasir sampai supervisor yang gak kalah murah senyum juga emang pantas diacungkan jempol. tak terasa ayam goreng dan kentang goreng yang kami pesan akhirnya datang, ketika saya mencoba ayam gorengnya beh! enaaaak! bumbunya berasa beda dengan ayam goreng tepung yang pernah saya coba oleh buatan kakek tua berkumis putih. ayamnya bener-bener enak lalu kentang gorengnya juga berasa banget disetiap stik kentang goreng ada rasa asin, mantap deh! disamping itu harganya lebih terjangkau dibanding yang lain, karena kita sudah membandingkan harganya. setelah selesai santap menu utama tiba saatnya menikmati menu penutup, saya langsung memesan Ice Cream Choco Top.

Bagai emas diujung Monas!
     Tuh eskrimnya, orang pontianak yang belom nyobain dapet salam tuh dari Ice Creamnya Mc Donald. setelah selesai menikmati malam hari di Mc Donald kami pun pulang menuju apartemen di daerah Latumenten, selama diperjalanan pulang saya mencoba review kembali perjalanan saya hari ini, dimulai dari menikmati pemandangan mall Central Park, menuju mall Taman Anggrek dan melihat kandang Ice Skating kayak jutaan nyamuk jadi-jadian muter-muter, berdebat dengan petugas karcis, kesasar menuju Kota Tua yang tak diduga dan berakhir dengan menikmati sebuah Ice Cream di Mc Donald, satu kata untuk hari itu. Excited! Perjalanan memang lebih terasa menarik jika kita gak tahu tempat tujuaanya karena banyak hal yang diluar dugaan terus-menerus muncul seperti kejutan di musim panas, tulisan inipun akan berada dipenghujungnya nantikan lagi tulisan saya tentang perjalanan kami ke Bogor! saya mau berterima kasih sama teman-teman saya yang saat ini berada di Jakarta (Edy, Candrawati, Sofian dan Erna) yang udah rela-relain ngajakin saya jalan-jalan, pesanin saya Ojek Grab sampai Traktirin saya, Arigatou! Thank you! Kamsia! cuma itu yang bisa saya ucapkan, next time saya ke jakarta tetap berkunjung ke apartemen kalian yang minimalis namun seru dan nyaman banget, meskipun kelelawar kita bergantungan bersama disana, see you next time!.






Sofian, Erna, Saya, Candrawati, dan Edy

0 komentar:

Posting Komentar